Monday, April 21, 2014

Artikel hari Kartini: Revitalisasi Peran Perempuan dalam Pembangunan





REVITALISASI PERAN PEREMPUAN DALAM PEMBANGUNAN DAN KONTROVERSI UU PERLINDUNGAN PEREMPUAN: Dalam Rangka memperingati hari Kartini


Umi Salamah
Akademisi dan pemerhati sosial politik

"Laki-laki dan perempuan ibarat dua sayap seekor burung. Jika dua sayap sama kuatnya, maka terbanglah burung itu sampai ke puncak yang setinggi-tingginya; jika patah satu dari pada dua sayap itu, maka tak dapatlah terbang burung itu sama sekali.” ( Sarinah, hlm 17/18 Bung Karno).

KONTROVERSI UU PERLINDUNGAN PEREMPUAN
UU No.7 tahun 1984 telah meratifikasi konvensi penghapusan segala bentuk deskriminasi terhadap wanita. Tahun 2005, disahkan UU tentang perlindungan dari tindak kekerasan dan perdagangan perempuan dan anak­-anak. Memperhatikan kedua UU itu, selayaknya sudah tidak ada lagi perlakuan deskriminasi dan kekerasan terhadap perempuan. Apa masalahnya? Kurang tegasnya sanksi terhadap pelanggaran ataukan pada keberadaan perempuan yang kurang memiliki kompetensi dan keberanian ataukah peran media yang kurang membangun citra perempuan Indonesia? 

Sunday, March 30, 2014

Kuis 1 Agroekoteknologi






1.     Kuis 1 Agroekoteknologi: Bahasa Indonesia

1. Bahasa Indonesia yang diikrarkan pada 28 Oktober 1928 berfungsi sebagai bahasa nasional, maka setelah dimasukkan dalam UUD 1945 pada 17 Agustus 1945, bahasa Indonesia juga berkedudukan sebagai
   a. bahasa nasional                              b. Bahasa resmi             c. Bahasa pergaulan

2. Jika kita mengikuti kuliah, seminar, dan lobi bisnis, sebaiknya menggunakan bahasa Indonesia ragam
   a. baku          b. setengah baku                       c. tidak baku

3. Bahasa Indonesia yang digunakan untuk menulis karya ilmiah adalah ragam  ...
   a. baku          b. setengah baku                       c. tidak baku

4. Bahasa Indonesia yang digunakan untuk presentasi karya ilmiah adalah ...
   a. baku          b.  setengah baku                      c. tidak baku

5. Bahasa Indonesia yang digunakan untuk menulis memo dan catatan hasil diskusi …
   a. baku          b.  setengah baku                      c. tidak baku

6. Prinsip komunikasi  yang menekankan pada kemampuan memperhatikan komunikasi mitra tutur sebelum memberikan tanggapan disebut ...
   a. Prinsip kerjasama               b. Prinsip sopan santun             c. Prinsip kearifan

7. Prinsip komunikasi yang menekankan etika sapaan dan etika bahasa disebut prinsip sopan santun, maka prinsip komunikasi yang menekankan pujian daripada mencela mitra tutur disebut...
   a. Prinsip kerjasama               b. Prinsip sopan santun             c. Prinsip kearifan

8. Penulisan judul bab  pada makalah/ skripsi  yang benar adalah …
     a. Kapital semua cetak normal          b. Besar kecil tebal        c. Besar kecil miring

Thursday, March 13, 2014

Arikel Kartun Koran Teropong













Menyiapkan Generasi Tangguh dan Berdaya Saing Global melalui Kartun Si Panji: Dongeng Asli Anak Indonesia Berbasis Pendidikan Karakter

Umi Salamah

Mengapa ada bangsa yang rakyatnya bekerja keras untuk maju dan ada yang tidak. Hasil penelitian McClelland menjawab: dua negara raksasa (Spanyol dan Inggris) yang awalnya sama-sama kaya itu kini berbeda.  Sejak Abad-16 Inggris terus berkembang menjadi makin besar, sedangkan Spanyol menurun menjadi makin lemah

Mengapa sangat perlu Kartun si Panji?
   Maraknya kartun dan komik impor yang ada di Indonesia saat ini telah terbukti memberikan karakter yang nano-nano bagi bangsa Indonesia. Karakter yang terbentuk lebih banyak bersifat pragmatis, hedonis, dan hipokrit. Mengapa demikian? Pendidikan karakter yang dihasilkan dari kartun impor tidak berpondasikan ideologi Pancasila, sehingga tidak bisa membangun karakter bangsa yang kokoh. 

Monday, March 3, 2014

Membangun Kemandirian di Bidang Pertanian Berantas Mafia, Bangun Sinergi, Kikis Mentalitas Sok Kuasa (4)



 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Membangun Kemandirian di Bidang Pertanian

Berantas Mafia, Bangun Sinergi, Kikis Mentalitas Sok Kuasa (4)

 

Oleh Umi Salamah

 

Bangsa yang unggul akan menganggap segala masalah sebagai hal yang dapat diatasi
[Andrew Carnegie]

Kikis Mentalitas “Sok Kuasa” dari Dominasi kekuasaan
Sikap arogansi para legislatif yang seharusnya memperjuangkan nasib rakyat dan sikap birokrasi yang seharusnya menjadi pelayan rakyat,  saat ini sebagian besar menjadi sikap “sok kuasa” yang ditimbulkan oleh dominasi dalam kekuasaan. Partai dominan cenderung melakukan dominasi berupa tekanan dan pembohongan publik sebagai sikap arogansi “sok kuasa” terhadap tenaga pakar yang sebenarnya sangat diperlukan untuk membangun bangsa dan negara ini. Sebut saja Rudi Rubiadini, seorang pakar yang seharusnya membawa kejayaaan bangsa dan negara  Indonesia di bidang migas, telah dinodai, ditelanjangi, dikorbankan, dan dihinakan oleh sebagaian anggota legislatif dan birokrasi di Indonesia utuk kepentingan kelompoknya. Hal ini menjadi fenomena yang sangat buruk bagi pendidikan politik di Indonesia juga bagi optimisme para pakar untuk berpartisipasi membangun bangsa dan negara Indonesia.

Sunday, February 16, 2014

Asal-usul Gunung Kelud meletus: Lembu Suro memenuhi sumpahnya






Asal-usul Cerita Gunung Kelud -LEMBU SURA lan Putri Kediri (Dyah Ayu Pusparini)


Raja Brawijaya, penguasa kerajaan Majapahit, memiliki seorang putri yang cantik, yaitu Dyah Ayu Pusparani. Pusparani memang sangat cantik wajahnya. Ini terlihat dari banyaknya raja dan pangeran yang selalu datang untuk melamar dan memintanya menjadi permaisuri.

Brawijaya sebagai ayah dari Pusparani bingung memilih calon menantunya. Akhirnya tercetuslah menggelar sayembara. Sayembara itu adalah, siapa yang bisa merentang busur sakti Kyai Garodayaksa dan sanggup mengangkat gong Kyai Sekardelima, dialah yang berhak menikah dengan Pusparani.

Banyak para pelamar menguji kemampuannya, namun ternyata tak satu pun yang sanggup merentang busur apalagi mengangkat gong yang sangat besar itu. Menjelang akhir sayembara, datanglah seorang pemuda berkepala lembu yaitu Raden Lembu Sura atau Raden Wimba. Dia mengikuti sayembara itu dan berhasil merentang busur Kyai Garodayaksa serta mengangkat gong Kyai Sekardelima. Dengan demikian berarti Raden Lembu Sura yang berhak menikah dengan Pusparani.

Ironisnya, melihat kemenangan Lembu Sura, Pusparani langsung meninggalkan Sitihinggil. Pusparani sangat sedih, karena harus menikah dengan pemuda yang bekepala lembu. Pusparani pun berlari ke ‘emban’ (dayang)-nya.


Pusparani bercerita, dia tidak mau menikah dengan manusia berkepala binatang, betapapun saktinya. Emban yang setia itu mencari akal bagaimana agar ‘tuan’-nya tersebut batal menikah dengan Lembu Sura. Dia akhirnya menemukan jalan keluar.

Pusparani disarankan mengajukan syarat kepada Lembu Sura. Syaratnya, Lembu Sura harus bisa membuat sumur di puncak Gunung Kelud. Mendengar saran embannya, Pusparani sangat gembira. Dia segera menyertai ayahnya untuk menemui Lembu Sura.

“Selamat Raden Wimba. Engkau telah memenangkan sayembara dengan gemilang,” kata Pusparani. “Terima kasih putri dan kau akan menjadi istriku,” jawab Lembu Sura. “Saya tahu itu, namun saya masih mengajukan syarat lagi,” ujar Pusparani. “Katakanlah Putri, apa syaratmu itu?” tanya Lembu Sura. “Buatkan aku sumur di puncak Gunung Kelud. Air sumur itu akan kita pakai mandi berdua setelah selesai upacara perkawinan,” jelas Pusparani. “Baiklah Putri. Demi cintaku padamu, akan kupenuhi permintaanmu itu,” ujar Lembu Sura.

Lembu Sura alias Raden Wimba, putra adipati Blambangan itu, segera meninggalkan Keraton Majapahit menuju puncak Gunung Kelud. Dengan kesaktiannya, konon dia mampu mengerahkan makhluk halus untuk membantunya menggali sumur di puncak Gunung Kelud.

Ternyata benar, tak lama kemudian Lembu Sura telah menggali cukup dalam. Melihat hal itu, Pusparani ketakutan, bagaimana pun kalau Lembu Sura berhasil menemukan air di sumur itu dia harus menjadi istri Lembu Sura.

Prabu Brawijaya juga kebingungan. Dia bisa memahami perasaan putrinya. Pusparani menangis di hadapan ayahnya. Dia memohon ayahandanya bisa menolongnya. Akhirnya Prabu Brawijaya menemukan cara. Lembu Sura harus ditimbun hidup-hidup di dalam sumur itu. Kemudian Prabu Brawijaya menitahkan seluruh prajurit yang menyertainya untuk menimbun sumur itu dengan batu-batuan besar. Juga gundukan tanah yang ada di sekitar itu. Sebentar saja sumur tadi telah rata seperti semula. Lembu Sura tertimbun di dasarnya.

Meskipun begitu karena dia sakti, dia masih sempat mengancam kepada Prabu Brawijaya. ”Prabu Brawijaya, engkau raja yang licik, culas. Meskipun aku telah terpendam di sumur ini, aku masih bisa membalasmu. Yang terpendam ini ragaku bukan nyawaku. Ingat-ingatlah, setiap dua windu (satu windu sama dengan delapan tahun, red) sekali aku akan merusak tanahmu dan seluruh yang hidup di kerajaanmu,” teriak Lembu Sura lantang.

Setelah suara itu hilang. Seluruh prajurit yang melihat kejadian itu ketakutan. Begitu pula Prabu Brawijaya dan putrinya. Kemudian Prabu Brawijaya memerintahkan untuk membuat tanggul pengaman. Tanggul itu sekarang disebut Gunung Pegat.

Monday, February 10, 2014

Artikel Kemandirian Pangan - Teropong Newspaper




 

 

Membangun Kemandirian di Bidang Pertanian

Berantas Mafia, Bangun Sinergi antar kementerian dan antarinstitusi (3)

 

Oleh Umi Salamah

 

Wahai bangsa Indonesia, bangkitlah

Jangan mengeluh, jangan mengeluh, jangan mengeluh, karena mengeluh itu tanda kelemahan jiwa (Soekarno)

Apalagi lempar batu sembunyi tangan

 

Mafia sama bahanyanya dengan koruptor, Jadikan musuh bersama negara

Mundurnya menteri perdagangan, Gita Wiryawan di tengah-tengah polemik melubernya beras impor  yang tidak sesuai dengan peraturan pemerintah menjadi tanda tanya besar bagi rakyat. Meskipun berbagai alasan dan pembelaan dari dirinya dan partai Demokrat tetapi fakta yang terkesan ditutup-tutupi ini menunjukkan bahwa Gita Wiryawan bukanlah negarawan yang handal dan bertanggung jawab. Di sisi lain, dialog Menteri Pertanian dalam acara Sentilan-sentilun menunjukkan bahwa lembaga kementerian pertanian di Indonesia sangat lemah bahkan tidak berdaya. Kementan menuduh Kemendaglah yang harus bertanggung jawab terhadap masalah impor beras dan produk pertanian lainnya. Demikian juga dengan masalah distribusi pupuk yang tidak pernah memihak petani. Kementan juga menuduh kementrian BUMN sebagai pihak yang bertanggung jawab atas pendistribusian pupuk. Mengapa harus lempar batu sembunyi tangan. Mereka saling melempar tanggung jawab.  Mereka seharusnya tidak bersikap masa bodoh seperti itu kalau memiliki jiwa negarawan. Seorang negarawan akan selalu komit menjunjung tinggi kepentingan rakyat dan negara di atas kepentingan pribadi dan golongan. Dialog bersama Presiden RI kedua, Habibi dalam acara Mata Najwa hendaknya dijadikan tauladan bagaimana menjadi seorang negarawan sejati.  Di manakah peran menteri koordinator, kenapa tidak ada usaha untuk membangun sebuah sinergi  yang bertujuan memakmurkan rakyat. 

Friday, February 7, 2014

Puisi Cinta Anak Muda




Mimpi
Aku sedang melihat aliran sungai
Pindah begitu cepat seperti mimpi
Dia datang, dengan lambaian yang sangat indah
Lalu dia menyapa
Sayang, Rajamu hanyalah aku


Aku menatap mata yang indah
Dan aku melihat keajaiban di sinar matanya
Aku mendesah dan kemudian merasakan kehangatan
Sekarang dia dan aku adalah satu hati (see translate)

 

Dream
I was watching the stream
Moving zestly like a dream
Then he came, swaying
And in one word, he said:
Darling, I am your only King
I looked into him beautiful eyes
And I saw magic in him gleam
I sighed and then steamed
Now He and I are one heart